Thursday, December 1, 2016

Paud Anyelir Sesi 5 - Stephanie Christabella (2001552702)

Kelompok 1 Kelas LB32
Matakuliah Character Building : Pancasila
Binusian 2020

Anggota :
1. (2001539221) Michelle
2. (2001541674) Ariana Savira Rachmayanti
3. (2001543396) Indira Prameswari Adrianto
4. (2001547311) Adinda Prisilia
5. (2001550672) I Gusti Ayu Laksmi-Ketua
6. (2001552702) Stephanie Christabella (PENULIS)

Lokasi PAUD: Jalan Kemanggisan Ilir II No.9 RT.006/07, Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Waktu: pukul 10.00 - pukul 12.00

Kegiatan PAUD: Mengenal hewan, mewarnai. Tema: Hewan

Jumlah anak: 16 anak (3 anak absen)


Sesi terakhir kami mengajar dimulai pada pukul 10.00 pada Selasa, 8 November 2016. Sesi seperti biasa dibuka dengan doa oleh Ibu Ani. Setelah itu, Ariana Savira, Indira Prameswari dan saya, Stephanie Christabella, maju ke depan untuk memulai pelajaran.

Awalya, kami mulai membagikan mainan-mainan hewan dan mengajak anak-anak kelompok A untuk bermain games yang mirip dengan yang dimainkan oleh kelompok B pada hari sebelumnya. Namun, anak-anak kelompok A terbukti masih terlalu malu-malu dan kurang mengerti games-nya, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan game dan berkeliling mengajak anak-anak bermain sambil belajar dengan mainan-mainan hewan di meja masing-masing.

Pukul 11.00 tiba dan dimulailah istirahat. Anak-anak banyak jajan, makan dan bermain bersama. I Gusti Ayu Laksmi membagikan permen kepada anak-anak. Kami membukakan plastik permen untuk anak-anak yang kesulitan. Pukul 11.20, anak-anak kembali masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran.

I Gusti Ayu Laksmi, Michelle dan Adinda Prisilia membagikan karya-karya anak-anak yang pernah dikumpulkan sebelumnya. Mereka lalu memberikan stiker kepada setiap anak. Kami semua memotivasi anak-anak untuk menyelesaikan karya-karya mereka.

Sebelum pulang, Ibu Ani sempat menegur anak-anak karena tidak menghiraukan kami saat games. Anak-anak pun lalu pulang sekitar pukul 12.00.


Kondisi para murid: Lebih pendiam, malu-malu dan pasif dibandingkan dengan grup B. Mereka membutuhkan bimbingan yang lebih halus dan perhatian karena masih belum begitu terbiasa bersekolah. Sering sibuk sendiri dan butuh usaha khusus agar mau mendengarkan para pengajar.

Nilai Pancasila yang diamalkan:
  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Anak-anak memulai, mengakhiri pelajaran dengan doa.
  2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab: Kami mengajarkan anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semua anak diharuskan mengikuti pelajaran.
  3. Sila Persatuan Indonesia: Meskipun saya berbeda agama dan etnis dengan para anak-anak, saya benar-benar merasakan hubungan kebersamaan mengajar dan bermain dengan mereka yang memupuk nasionalisme saya.
  4. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Kami berkeliling membimbing anak-anak tanpa kecuali. Semua anak mendapatkan stiker dan permen.
Gambar-gambar dokumentasi:

Gambar 1. Stephanie Christabella (saya), Ariana Savira dan Indira Prameswari hendak membagikan mainan-mainan hewan kepada anak-anak

Gambar 2. Stephanie Christabella (saya), Ariana Savira dan Indira Prameswari berupaya menjalankan games

 Gambar 3. I Gusti Ayu Laksmi membagikan permen kepada anak-anak saat istirahat

Gambar 4. I Gusti Ayu Laksmi, Michelle dan Adinda Prisilia membagikan stiker kepada anak-anak

Paud Ayelir Sesi 4 - Stephanie Christabella (2001552702)

Kelompok 1 Kelas LB32
Matakuliah Character Building : Pancasila
Binusian 2020

Anggota :
1. (2001539221) Michelle
2. (2001541674) Ariana Savira Rachmayanti
3. (2001543396) Indira Prameswari Adrianto
4. (2001547311) Adinda Prisilia
5. (2001550672) I Gusti Ayu Laksmi-Ketua
6. (2001552702) Stephanie Christabella (PENULIS)

Lokasi PAUD: Jalan Kemanggisan Ilir II No.9 RT.006/07, Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Waktu: pukul 8.00 - pukul 10.00

Kegiatan PAUD: Mengenal angka, berhitung, mewarnai. Tema: Hewan

Jumlah anak: 17 anak (2 anak absen)


Hari Selasa, 8 November 2016 adalah hari terakhir kami mengajar di Paud Anyelir. Kami
telah tiba siap mengajar anak-anak kelompok B pada pukul 8.00. Seperti biasa, Ibu Ani
membuka dengan doa dan nyanyian. Kami memakai waktu tersebut untuk memberi paraf
dan bintang kepada semua karya-karya anak-anak yang pernah dikumpulkan dari sesi-sesi
sebelumnya. Setelah itu, I Gusti Ayu Laksmi, Michelle dan Adinda Prisilia berdiri untuk mulai
mengajarkan anak-anak berhitung dan mengenal angka.

Anak-anak berebut ingin menjawab soal-soal perhitungan yang ditulis di papan tulis. Saya
menghampiri beberapa anak yang diam-diam saja supaya mereka percaya diri dan ikut mau
mencoba menyelesaikan soal. Banyak anak yang sudah bisa berhitung hingga puluhan,
bahkan ada seorang anak yang memamerkannya dengan berdiri di depan kelas,
menghitung dari 1-100.

Pukul 9.00 pun tiba dan dimulailah waktu istirahat. Ibu Ani mengumpulkan seiisi kelas untuk berfoto bersama berhubung hari tersebut merupakan hari terakhir kelompok kami mengajar.

Setelah waktu istirahat, semua kembali masuk ke dalam kelas pada pukul 9.20. Saya
(Stephanie Christabella), Ariana Savira dan Indira Prameswari membagikan semua karya-
karya mewarnai yang pernah anak-anak kerjakan dan kumpulkan kembali kepada masing-
masing pembuatnya. Kami lalu berkeliling memberi motivasi kepada anak-anak untuk menyelesaikan karya-karya yang masih setengah jadi. Michelle kembali membagikan stiker kepada anak-anak
yang sudah selesai dengan karya mereka. Mereka tampak sangat senang ketika diberitahu
mereka dapat membawa pulang karya-karya masing-masing tersebut.

Sesi diakhiri oleh Ibu Ani menyatakan ini merupakan hari terakhir kami dan Ayu memberikan
penutup. Anak-anak pulang pada sekitar pukul 10.00 setelah menyalami kami.

Kondisi para murid: Aktif, ramah, energetik, jujur dan antusias. Mereka sudah cukup pandai dalam berhitung.

Nilai Pancasila yang diamalkan:
  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Anak-anak memulai, mengakhiri pelajaran dengan doa.
  2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab: Kami mengajarkan anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
  3. Sila Persatuan Indonesia: Meskipun saya berbeda agama dan etnis dengan para anak-anak, saya benar-benar merasakan hubungan kebersamaan mengajar dan bermain dengan mereka yang memupuk nasionalisme saya.
  4. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Kami berkeliling membimbing anak-anak tanpa kecuali.

Gambar-gambar dokumentasi:

 Gambar 1. I Gusti Ayu Laksmi, Adinda Prisilia dan Michelle mengajarkan anak-anak berhitung

 Gambar 2. Foto bersama ketika istirahat

 Gambar 3. Stephanie Christabella (saya), Ariana Savira dan Indira Prameswari hendak membagikan karya-karya anak-anak

Gambar 4. Seluruh anggota kelompok berkeliling memberi motivasi kepada anak-anak untuk menyelesaikan karya-karya mereka (terlihat Ariana Savira, Michelle dan Stephanie Christabella)

Paud Anyelir Sesi 3 - Stephanie Christabella (2001552702)

Kelompok 1 Kelas LB32
Matakuliah Character Building : Pancasila
Binusian 2020

Anggota :
1. (2001539221) Michelle
2. (2001541674) Ariana Savira Rachmayanti
3. (2001543396) Indira Prameswari Adrianto
4. (2001547311) Adinda Prisilia
5. (2001550672) I Gusti Ayu Laksmi-Ketua
6. (2001552702) Stephanie Christabella (PENULIS)

Lokasi PAUD: Jalan Kemanggisan Ilir II No.9 RT.006/07, Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Waktu: pukul 8.00 - pukul 10.00

Kegiatan PAUD: Games mengenal hewan, menghubungkan titik dan mewarnai. Tema: Hewan

Jumlah anak: 16 anak (2 anak absen)


Pada Senin, 7 November 2016, kami mengajar selama satu sesi di Paud Anyelir, dimulai dari pukul 8.00 WIB. I Gusti Ayu Laksmi membawa beragam mainan hewan plastik untuk menjadi alat mengajar kelompok B pada hari itu. Anak-anak langsung terlihat ceria melihat mainan-mainan tersebut, beberapa sampai menghampiri meja kami untuk mengamatinya sebelum kelas berlangsung. Sempat ada insiden ketika seorang anak melempar mainan petasan yang segera meledak ke muka anak lain, namun syukurnya tidak ada yang terluka dan konflik dapat diselesaikan dengan permintaan maaf.

Bu Ani memulai sesi dengan memimpin doa dan bernyanyi. Setelah itu, Indira Prameswari, Adinda Prisilia dan saya, Stephanie Christabella, berdiri untuk memulai pelajaran. Sementara itu, I Gusti Ayu Laksmi, Michelle dan Ariana Savira duduk mengawasi jalannya pelajaran sambil mendokumentasi dengan kamera.

Berpikir cepat untuk dapat memasukkan mainan-mainan hewan ke dalam pelajaran, saya akhirnya mengambil keputusan untuk membuat game. Saya, Adinda dan Indira membagikan mainan-mainan ke tiga meja yang ada. Anak-anak di meja yang sama menjadi satu kelompok. Game-nya seperti berikut: kami menuliskan nama binatang di papan tulis. Anak-anak lalu membacanya keras-keras lalu harus mengidentifikasi adakah hewan tersebut di meja masing-masing. Ketika mainan yang sesuai ditemukan, satu perwakilan kelompok harus cepat-cepat menaruhnya di meja depan kelas. Kelompok yang berhasil melakukan hal tersebut akan mendapat satu poin.

Anak-anak sangat aktif sehingga kami pun dapat menyelesaikan game dengan baik. Pukul 9.00 tiba dan waktu istirahat dimulai. Banyak anak tetap mau memainkan mainan-mainan hewan yang dibawa Ayu. Karena saya tinggal memiliki satu sesi mengajar kelompok B lagi esok harinya, saya menggunakan istirahat itu sebagai kesempatan untuk mengajak anak-anak mengobrol dan bermain. Sebagian besar waktu istirahat saya habiskan menemani beberapa orang anak
bermain plastisin. Ada beberapa anak yang menghampiri saya, menanyakan nama saya.
Saya merasa terharu mereka merasa sedih kami tidak akan datang mengajar lagi sehabis satu sesi lagi.

Pukul 9.20, semua kembali ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran. Michelle, I Gusti Ayu Laksmi dan Ariana Savira membagikan modul menghubungkan titik yang telah dicetak oleh Ayu. Karena titik-titiknya banyak, kami semua satu kelompok berkeliling untuk membantu anak-anak menyelesaikan kertas mereka, mengajarkan berhitung dalam proses tersebut. Setelah gambar-gambar binatang menjadi utuh karena sudah dihubungkan, anak-anak pun mewarnainya. Setelah selesai dan kertas ditulis nama, Michelle memberikan tiap anak stiker pada kertas mereka.

Menjelang pukul 10.00, Bu Ani menutup sesi dengan memimpin doa. Beliau lalu membagikan piala kepada anak-anak bersama dengan kepala PAUD. Kami semua berdiri berjajar di depan pintu masuk untuk menyalami dan memberikan permen susu kepada anak-anak sebelum mereka menerima piala dan pulang.


Kondisi para murid: Aktif, berisik, antusias. Banyak anak sudah mengenal angka dengan sangat baik. Ketika games, anak-anak saling membantu bahkan terhadap teman-teman di tim yang berbeda. Anak-anak memiliki jiwa ingin tahu dan ingin belajar yang tinggi.

Nilai Pancasila yang diamalkan:
  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Anak-anak memulai, mengakhiri pelajaran dengan doa.
  2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab: Kami mengajarkan anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak boleh mengisengi satu sama lain. Jika bersalah, harus meminta maaf.
  3. Sila Persatuan Indonesia: Meskipun saya berbeda agama dan etnis dengan para anak-anak, saya benar-benar merasakan hubungan kebersamaan mengajar dan bermain dengan mereka yang memupuk nasionalisme saya.
  4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan: Dalam memilih nama kelompok untuk game, anak-anak saya ajak bermusyawarah. Jika banyak ide, dilakukanlah voting. Banyak anak menjadi perwakilan kelompoknya dalam games karena diberi motivasi oleh teman-temannya.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Kami berkeliling membimbing anak-anak tanpa kecuali. Semua anak diikutsertakan dalam games, mendapat modul menghubungkan titik, stiker, piala, dan permen susu.
Gambar-gambar dokumentasi:

 Gambar 1. Pembukaan oleh Ibu Ani
 Gambar 2. Games yang dibawakan oleh Stephanie Christabella (saya), Adinda Prisilia dan Indira Prameswari

 Gambar 3. Indira Prameswari, I Gusti Ayu Laksmi dan Ariana Savira bersama anak-anak bermain mainan hewan saat istirahat
 Gambar 4. Stephanie Christabella mengajarkan anak-anak membentuk plastisin saat istirahat

 Gambar 5. I Gusti Ayu Laksmi, Ariana Savira dan Michelle membagikan modul menghubungkan titik

 Gambar 6. I Gusti Ayu Laksmi berkeliling melihat anak-anak mewarnai, Stephanie Christabella membantu anak menghubungkan titik

 Gambar 7. Michelle dan Ariana Savira membagikan stiker

Gambar 8. Pembagian piala kepada anak-anak di akhir sesi