Matakuliah Character Building : Pancasila
Binusian 2020
Anggota :
1. (2001539221) Michelle
2. (2001541674) Ariana Savira Rachmayanti
3. (2001543396) Indira Prameswari Adrianto
4. (2001547311) Adinda Prisilia
5. (2001550672) I Gusti Ayu Laksmi-Ketua
6. (2001552702) Stephanie Christabella (PENULIS)
Lokasi PAUD: Jalan Kemanggisan Ilir II No.9 RT.006/07, Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Waktu: pukul 8.00 - pukul 10.00
Kegiatan PAUD: Games mengenal hewan, menghubungkan titik dan mewarnai. Tema: Hewan
Jumlah anak: 16 anak (2 anak absen)
Pada Senin, 7 November 2016, kami mengajar selama satu sesi di Paud Anyelir, dimulai dari pukul 8.00 WIB. I Gusti Ayu Laksmi membawa beragam mainan hewan plastik untuk menjadi alat mengajar kelompok B pada hari itu. Anak-anak langsung terlihat ceria melihat mainan-mainan tersebut, beberapa sampai menghampiri meja kami untuk mengamatinya sebelum kelas berlangsung. Sempat ada insiden ketika seorang anak melempar mainan petasan yang segera meledak ke muka anak lain, namun syukurnya tidak ada yang terluka dan konflik dapat diselesaikan dengan permintaan maaf.
Bu Ani memulai sesi dengan memimpin doa dan bernyanyi. Setelah itu, Indira Prameswari, Adinda Prisilia dan saya, Stephanie Christabella, berdiri untuk memulai pelajaran. Sementara itu, I Gusti Ayu Laksmi, Michelle dan Ariana Savira duduk mengawasi jalannya pelajaran sambil mendokumentasi dengan kamera.
Berpikir cepat untuk dapat memasukkan mainan-mainan hewan ke dalam pelajaran, saya akhirnya mengambil keputusan untuk membuat game. Saya, Adinda dan Indira membagikan mainan-mainan ke tiga meja yang ada. Anak-anak di meja yang sama menjadi satu kelompok. Game-nya seperti berikut: kami menuliskan nama binatang di papan tulis. Anak-anak lalu membacanya keras-keras lalu harus mengidentifikasi adakah hewan tersebut di meja masing-masing. Ketika mainan yang sesuai ditemukan, satu perwakilan kelompok harus cepat-cepat menaruhnya di meja depan kelas. Kelompok yang berhasil melakukan hal tersebut akan mendapat satu poin.
Anak-anak sangat aktif sehingga kami pun dapat menyelesaikan game dengan baik. Pukul 9.00 tiba dan waktu istirahat dimulai. Banyak anak tetap mau memainkan mainan-mainan hewan yang dibawa Ayu. Karena saya tinggal memiliki satu sesi mengajar kelompok B lagi esok harinya, saya menggunakan istirahat itu sebagai kesempatan untuk mengajak anak-anak mengobrol dan bermain. Sebagian besar waktu istirahat saya habiskan menemani beberapa orang anak
bermain plastisin. Ada beberapa anak yang menghampiri saya, menanyakan nama saya.
Saya merasa terharu mereka merasa sedih kami tidak akan datang mengajar lagi sehabis satu sesi lagi.
Pukul 9.20, semua kembali ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran. Michelle, I Gusti Ayu Laksmi dan Ariana Savira membagikan modul menghubungkan titik yang telah dicetak oleh Ayu. Karena titik-titiknya banyak, kami semua satu kelompok berkeliling untuk membantu anak-anak menyelesaikan kertas mereka, mengajarkan berhitung dalam proses tersebut. Setelah gambar-gambar binatang menjadi utuh karena sudah dihubungkan, anak-anak pun mewarnainya. Setelah selesai dan kertas ditulis nama, Michelle memberikan tiap anak stiker pada kertas mereka.
Menjelang pukul 10.00, Bu Ani menutup sesi dengan memimpin doa. Beliau lalu membagikan piala kepada anak-anak bersama dengan kepala PAUD. Kami semua berdiri berjajar di depan pintu masuk untuk menyalami dan memberikan permen susu kepada anak-anak sebelum mereka menerima piala dan pulang.
Kondisi para murid: Aktif, berisik, antusias. Banyak anak sudah mengenal angka dengan sangat baik. Ketika games, anak-anak saling membantu bahkan terhadap teman-teman di tim yang berbeda. Anak-anak memiliki jiwa ingin tahu dan ingin belajar yang tinggi.
Nilai Pancasila yang diamalkan:
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Anak-anak memulai, mengakhiri pelajaran dengan doa.
- Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab: Kami mengajarkan anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak boleh mengisengi satu sama lain. Jika bersalah, harus meminta maaf.
- Sila Persatuan Indonesia: Meskipun saya berbeda agama dan etnis dengan para anak-anak, saya benar-benar merasakan hubungan kebersamaan mengajar dan bermain dengan mereka yang memupuk nasionalisme saya.
- Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan: Dalam memilih nama kelompok untuk game, anak-anak saya ajak bermusyawarah. Jika banyak ide, dilakukanlah voting. Banyak anak menjadi perwakilan kelompoknya dalam games karena diberi motivasi oleh teman-temannya.
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Kami berkeliling membimbing anak-anak tanpa kecuali. Semua anak diikutsertakan dalam games, mendapat modul menghubungkan titik, stiker, piala, dan permen susu.
Gambar-gambar dokumentasi:
Gambar 1. Pembukaan oleh Ibu Ani
Gambar 2. Games yang dibawakan oleh Stephanie Christabella (saya), Adinda Prisilia dan Indira Prameswari
Gambar 3. Indira Prameswari, I Gusti Ayu Laksmi dan Ariana Savira bersama anak-anak bermain mainan hewan saat istirahat
Gambar 4. Stephanie Christabella mengajarkan anak-anak membentuk plastisin saat istirahat
Gambar 5. I Gusti Ayu Laksmi, Ariana Savira dan Michelle membagikan modul menghubungkan titik
Gambar 6. I Gusti Ayu Laksmi berkeliling melihat anak-anak mewarnai, Stephanie Christabella membantu anak menghubungkan titik
Gambar 7. Michelle dan Ariana Savira membagikan stiker
Gambar 8. Pembagian piala kepada anak-anak di akhir sesi








No comments:
Post a Comment